Bahagia di Pernikahan Orang Lain

7/12/2017 » 120 » Tags : pernikahan wedding catering
 

Kamis, 4 Februari 2016

Bahagia bagi Resti Nendia adalah mewujudkan resepsi pernikahan impian orang lain. Lewat usaha jasa wedding organizer (WO) yang didirikannya, Resti bahagia terlibat dalam momentum sakral sepasang manusia memulai hidup baru untuk merajut masa depan.

“Meski telah membantu ratusan bahkan ribuan pengantin dalam menggelar resepsi pernikahan, perasaan bahagia selalu hadir ketika bisa membantu mereka mewujudkan resepsi pernikahan impian,” kata Resti di Jakarta, belum lama ini.

Resti mengaku bisnis yang dijalani saat ini sangat disukai dan dijiwainya. Tantangan memang ada, tetapi dapat dilalui dengan mudah karena Resti menjalankannya dengan passion. Hasilnya, beberapa klien yang pernah dibantunya hingga saat ini masih kerap berkomunikasi atau hanya sekadar menyapa. Tak heran apabila mereka kerap menganggap dirinya sebagai keluarga.

“Jadinya saya selalu memiliki keluarga baru dari pasangan yang dibantu tersebut,” ujarnya sembari tersenyum.

Resti mengaku tidak sengaja terjun ke dunia catering dan wedding service. Pada awalnya, ia hanya ingin membantu pernikahan temannya semasa kuliah. Modalnya saat itu hanya memiliki kenalan seorang pemilik jasa catering dan wedding service. Sukses membantu temannya, membuat Resti ketagihan untuk mencoba terjun di dunia tersebut. Apalagi Resti kemudian mendapatkan tawaran untuk bergabung oleh salah satu pemilik perusahaan catering.

“Waktu itu saya mulai terjun sebagai wedding organizer. Saat itu, masih sangat jarang wedding organizer dan akhirnya ketagihan terus,” katanya.

Sayangnya, lanjut dia, pada 2001 kariernya sebagai WO terhenti karena harus mengurus anak dan suami. Meski demikian, kecintaannya terhadap profesi tersebut mendorongnya untuk kembali. Tetapi kali ini, ia mengajak sang suami, Heru Pujihartono, untuk membuka sebuah usaha catering dan wedding service. Akhirnya, pada 2005 keinginannya terwujud dan membuka usaha catering dan wedding service dengan hanya memiliki enam karyawan saja.

Meski baru buka, Resti mengaku saat itu ia langsung kebanjiran order. Pasalnya banyak kliennya yang dahulu, mengetahui ia telah kembali di bidang tersebut. Hebatnya, pada tahun pertama ia buka, sebanyak 100 klien mampu ia layani.

Berbagi Pengalaman
Resti mengatakan biasanya dalam mempersiapkan resepsi pernikahan bagi calon pengantin bukanlah hal yang mudah. Bahkan, tak jarang hal ini malah memancing pertengkaran antara kedua calon mempelai mengingat keinginan kedua belah pihak kerap berbeda pendapat.

Karena itu, banyak hal yang wajib dipersiapkan setiap calon pengantin. Tak hanya fisik tapi juga mental agar acara mereka lancar. Hal itu membuat calon pengantin diuji untuk saling menghargai, karena banyak emosi terkuras. “Tahap ini awal ujian, momen ini seperti pintu gerbang untuk mereka berdua,” jelasnya.

Resti juga berbagi tips dalam mewujudkan pernikahan impian, mulai dari pemilihan gedung yang bukan hanya karena tempatnya yang elite tapi juga harus mengerti akses menuju gedung. Misalnya saja di Jakarta, momen car free day pada setiap Minggu akan menyulitkan calon pengantin jika menggelar resepsi di jalur Sudirman-Thamrin. Akses parkir juga harus dipikirkan setiap calon pengantin untuk bisa menampung para undangan.

Tak lupa, lanjut dia, memilih catering dan menu yang dipersiapkan. Menurutnya, dalam menentukan jumlah catering yang harus dihitung adalah orang, bukan berdasarkan jumlah tamu yang diundang. Terkadang, para pengantin atau orang tua, kurang menghitung jumlah anggota keluarganya atau bahkan sering membuat undangan yang ditujukan pada grup. Sehingga mengakibatkan antara menu yang disiapkan dan jumlah tamu yang hadir, tidak lah sesuai

Tidak perlu kuatir, kami dari Nendia Primarasa Catering & Wedding Services dapat membantu para calon pengantin di dalam menyelenggarakan acara Resepsi Pernikahannya .

Sumber Link : http://www.beritasatu.com/figur/347157-bahagia-di-...